My Travel Diary

Perjalanan ke Utrecht – Sebuah Kota Tua yang Cantik

 

Melanjutkan perjalanan saya dari Brussels, perjalanan saya ke Utrecht sebenarnya adalah akibat dari tidak dapatnya hotel di Amsterdam. Memang harus terima nasib bahwa musim liburan paskah di eropa memberikan efek samping keribetan yang luar biasa dalam hal cari hotel dan transport antar negara -_- . Belum lagi, ternyata juga bertepatan dengan waktunya bunga tulip merekah pada pertengahan April, gak heran kalau jumlah turis yang ke Belanda meningkat. Jadilah segala penginapan di Amsterdam yang terjangkau habisss tak bersisa. Tapi, kalau diingat-ingat saya kok malah bersyukur, karena hikmahnya jadi bisa berkenalan dengan kota tua secantik Utrecht.

 

Akses menuju Utrecht

Saat mempersiapkan dokumen untuk pengajuan visa Schengen, saya sudah booking Flixbus dari Brussels ke Amsterdam seharga 18 Euro untuk dua orang. Muraaahh yak, tapi akhirnya saya jadi booking go show H-1 tiket OUIBUS ini supaya langsung tiba di Utrecht bukan Amsterdam, untungnya masih ada dengan harga belasan euro. Jadi saya relakan tiket Flixbus Brussel – Amsterdam yang hangus. Saya menempuh Utrecht dari Brussel (Brussel Gare Midi Train Station) dengan menggunakan OUIBUS jam 16.50, dengan durasi jarak tempuh Brussel ke Utrecht (Utrecht Centraal) selama 2 jam, kami tiba di Utrecht jam 19.50.

Salah satu transportasi di Utrecht

Pilihan lain adalah dengan menggunakan kereta, tentunya lebih menghemat waktu. Dari Amsterdam, hanya dibutuhkan waktu sekitar 30 menit aja kalau naik kereta dan 45 menit s/d 1 jam jika menggunakan bus atau mobil. Jadi, bisa banget kalau misalnya menginap di Amsterdam tapi main-main ke Utrecht, bagai Jakarta-Bekasi gitu lah ya. Naik kereta harganya EUR10, sedangkan naik bus range dari EUR7 – EUR10

 

Penginapan di Utrecht

Apakah setelah memilih alternatif menginap di Utrecht, jadi lebih gampang cari penginapan? Ooo.. tidak semudah itu Maemunah! Sama aja susahnya. Jadi setelah saya menyerah gak bisa menemukan penginapan dengan lokasi strategis di Utrecht, PR ini saya buru-buru handover ke Pakcik suami wkwk, dengan alasan, pakcik lebih jago nyari lokasi penginapan yang oke, karena lebih teliti menyusuri garis-garis kecil di google map daripada saya yang lebih suka bilang “ini aja deh nih, booking” tanpa liat kiri kanan hotelnya ada apaan heuheu *gak sabaran. Menurut Pakcik, ketemu lah hotel yang katanya bagus namanya Hotel Van der Valk Houten.

Hotel Van der Valk Houten Utrecht – Review Hotel Utrecht Pic from https://www.voordeeluitjes.nl/hotel/van-der-valk-hotel-houten

Walau kami menyadari, Hotel Van der Valk Houten ini agak jauh dari pusat kota, tapi setelah dicek terkait transport untuk kesana, hati agak lega.. karena ada tram dan ada rute bus dari pusat kota Utrecht ke hotel tersebut. Review Hotel Van Der Valk Houten di Tripadvisor juga bagus. Maka dengan yaqqiin kami pun booked Hotel Van der Valk Houten. Keputusan ini juga gara-gara saya harus cepet-cepet booking hotel buat pelengkap dokumen visa, terus milih yang free cancelation dan ujung-ujungnya pas visa approved, males berjuang cari-cari hotel lagi.

Tempat pemberhentian OUIBUS di Utrecht ternyata deketan banget sama station gede, Utrecht Centraal. Hari masih terang pun dan selama matahari masih ada, masih enak juga mondar-mandir nyari transportnya. Sialnya entah kenapa, ternyata tram yang langsung ke hotel kita gak ada. Apakah (lagi-lagi) imbas libur paskah atau apa deh, pokoknya ga ada aja, syedih hamba. Itu artinya kita harus naik bus dulu nyambung-nyambung gitu kaya angkot dari Salemba ke Bekasi jaman kuliah. Yasalam, mana koper baru berapa hari udah berubah jadi kaya Jaiko perasaan alias gendats.

OUIBUS ke Utrecht. pic form https://www.flickr.com/photos/48073612@N04/39161213224

Setelah akhirnya dapat rute bus dan turun di pemberhentian pertama, saya nunggu untuk bus berikutnya. Infonya akan lewat bus yang sampai di deket hotel. 10 menit ditungguin nggak ada. 15 menit.. nihil, 20 menit nggak ada juga. Setelah sunset jam 20.30, akhirnya hari gelap juga. Saya dan pakcik ni mulai kedinginan. Mana itu halte sepiii banget, di depan perumahan. Di jalanan pun cuma ada 1-2 mobil yang lewat. Ini ibarat di kelurahan Pekayon pas udah pada mau ronda T_T padahal belum jam 9 malam. Sudah hampir 45 menit, akhirnya nyerah juga dan pesen uber lagi. Dalam perjalanan kita baru sadar, kayaknya kena azab salah pesen hotel, karena dari Utrecht Centraal itu sekitar 14km, pake masuk jalan tol dikit, sekitar 15 menit baru sampe -___-

Jarak penginapan di Utrecht ke Utrecht Central

Tapi, tak apalah. Saya dan Pakcik suami cukup terhibur dengan kondisi Van Der Valk Houten Hotel. Ternyata hotel besar, bintang 4 dan bagus. Meskipun dari luar tampak sepi, di dalam lobby cukup ramai. Kamarnya pun, waw legaaa dengan design interior modern. Foto-foto bisa dilihat Agoda dan Tripadvisor aja ya. Pelayanan juga (pastilah) oke banget, petugas lobby ramah-ramah pun. Karena jauh dari mana-mana, terpaksa saya eliminasi niat jalan-jalan malam di pusat kota Utrecht dan bobok lebih awal di hotel nan nyaman ini.

Kamar dan Interior Hotel Van der Valk Houten Utrecht. Pic from https://www.weekendjeweg.nl/hotels/nl/hotel-houten/van-der-valk-hotel-houten.html

Tips memilih penginapan di Utrecht: Sebenernya, pilihan hotel itu memang selera sih. Tapi kalau waktu sempit dan ingin memaksimalkan waktu di Utrecht, memang sebaiknya pilih hotel yang dekat dengan pusat keramaian, jadi kalau malam masih bisa explore atau sekedar ngopi-ngopi di café dekat-dekat hotel. Menurut saya, hotel dan penginapan di dekat Utrecht Centraal dan Oudegracht adalah pilihan terbaik. Selain karena Utrecht Centraal adalah Stasiun besar (kereta dan bus), Utrecht Centraal ini hanya beberapa menit saja berjalan kaki ke ke pusat perbelanjaan bahkan ke Canal Utrecht dan Dom Tower yang merupakan salah satu tempat favorit bagi wisatawan. Berbagai macam café dan Departemen store pun ada banyak sekali di dekat Utrecht Centraal ini. Awalnya penginapan incaran saya itu Stayokay karena letaknya sungguh strategis, tapi sayang saat itu full booked. Another options, coba cek-cek juga ke Court Hotel, Mother Goose Hotel dan NH Centre Utrecht.

 

Kemana aja di Utrecht?

Hari kedua di Utrecht, saya dan pakcik start dari jam 07.30. Jompo detected!, seawal-awalnya tidur kalau pas liburan, tetep aja susah bangun pagi. Rasanya badanku rontoque! Niat mulai dari pagi-pagi ini, karena saya dan pakcik penasaran mau naik bus dari depan hotel, beneran ada gak sih?. Setelah cek sama petugas di lobby hotel, bus pertama akan datang jam 08.05. Petugas hotel juga menyarankan selama di Belanda, bisa cek ke web https://9292.nl/en untuk tau jadwal bus, tram dan train. Ternyata beneran ada sih, tapi emang kata petugasnya karena lagi musim liburan paskah, jadi dikurangi jadwal busnya, termasuk kalau setelah jam 18.00 syudah tak ada. Pas naik bus, nggak taunya gak sampe Utrecht Centraal, males nyambung akhirnya kita ngUber deui :D, terus yang dateng mobilnya Audi, lengkap dengan panoramic sunroof. Ni kalo di Jakarta, kecil kemungkinan yang punya Audi kaya gini narik grab ya, kayanya tipe-tipe orang yang rumahnya segede halaman gedung DPR.

Oudegracht

I put Oudegracht as my number one destination di Utrecht. Sejatinya, Oudegracht hanyalah canal tua di Utrecht yang membentang di jantung kota Utrecht. Oudegracht sangat popular di Utrecht, karena terdapat banyak café dan boutique di sepanjang canal. Gak heran kalau Oudegracht adalah tujuan nomer satu di Utrecht. Menurut saya, area Oudegracht inilah yang membuat Utrecht mirip sama Amsterdam. Hanya saja Utrecht lebih peaceful tidak seramai di Amsterdam. Ibarat di Indonesia, Utrecht itu bagai jogja. Kalau di Jepang, Utrecht itu bagai Kyoto. Saya sampai di area Oudegracht masih pagi sekitar jam 08.30.

Utrecht in the morning. So peaceful

Menyusuri Oudegracht Utrecht – bicycles along the canal at Utrecht.

Sepanjang canal masih sepi, hanya beberapa orang berlalu lalang bersepeda dengan kecepatan tinggi. Explore tempat wisata sepagi ini sebenarnya enak banget, tapi sayang café-café belum pada buka. Sambil nunggu salah satu café buka, saya perlahan menyusuri Oudegracht. Di Oudegracht inilah saya jatuh cinta sama Utrecht. Kalau orang-orang, “Paris I’m In Love”, saya “Utrecht I’m In Love!”. Entahlah, saya kok betah berlama-lama di sepanjang canal ini. I can choose to chill all day di Oudegracht. Melihat mini cruise lalu lalang di sepanjang canal. Bangunan-bangunan tua yang cantik di kiri dan kanan sisi canal. Suara bebek-bebek yang bersahut-sahutan. Perasaan, di Jakarta biasa aja denger suara bebek, cenderung gengges, tapi kenapa kalo di Belanda jadi dramatis gini yak #sobadnoraq.

Oudegrahct Utrecht

Oudegracht pagi hari tanpa polusi

Jangan lupa nyobain bersepeda di Belanda!

Bener sih kata temen yang pernah kuliah di Utrecht. Utrecht ini kota anti stress. Ngeliatin sungai aja bisa kaya kehipnotis terbengong-bengong, or is it just me yang lebayatun? Wkwk. Di sisi kiri dan kanan jalan sepanjang canal, dipenuhi bangunan tua yang terdiri dari tempat tinggal ataupun bangunan yang disulap jadi café dan boutique. Uniknya, bangunan di sepanjang canal ini seperti terdiri dari dua area. Area pertama yaitu jalanan utama/ jalan umum yang dilewati sepeda dan orang pada umumnya. Area kedua adalah seperti pedestrian canal yang letaknya lebih rendah sejajar dengan canal. Tidak sedikit, beberapa café menggunakan pedestrian canal ini sebagai halaman café yang menjadi tempat hangout favorit.

 

Cafe-cafe di Utrecht, kaya gini tempatnya, caeemm bgt ya! – pic from https://dailyhive.com/vancouver/transportation-hub-utrecht-amsterdam-cycling (karena aku ga dapet foto macem gini hehe)

Tempat shopping di Utrecht, Oudegracht salah satunya!

Sedih dia, belom pada buka

Buat yang suka belanja, toko-tokonya juga menggemaskan. Salah satu yang paling saya suka dari Eropa itu counter semacam Zara, H&M, Timberland dan sebangsanya itu sering banget cuma di pinggir jalan kaya di Oudegracht ini. Selain brand tersebut, there are plenty of stores di de Oudegracht, buat penggemar belanja, pasti juga suka.

Stores at de Oudegracht

Dom Tower

Masih di area Oudegrahct, saya sempatkan mampir ke Dom Tower yang juga merupakan salah satu icon kota Utrecht. Dom Tower adalah menara gereja tertinggi di Belanda yang menjadi bagian dari Gereja Katedral Santo Martinus. Berdesign gothic, menara ini memang cantik. Sebenarnya, banyak yang menyarankan naik ke atas Dom Tower, karena katanya kita bisa melihat kota Amsterdam dan Rotterdam dari atas jika cuaca cerah. Tapi sayang waktu itu Dom Tower lagi direnovasi sampai tahun 2022 (eh tapi, sila dicek lagi aja yaa yang mau berkunjung, supaya infonya update). Kalaupun lagi tidak direnovasi, saya sebenarnya meragukan kapabilitas kaki saya menaiki 465 anak tangga heuheu. Untuk naik ke menara gereja bisa dengan ikut tour yang ada di Visitor Center gak jauh dari Dom Tower atau bisa booking online. Jangan syedi kalau pas kesana lagi direnov, foto-foto Dom Tower sebagai latar belakang pun sepadan untuk dijadikan kenangan.

Hal yang wajib dikunjungi di Utrecht : Mengunjungi Dom Tower di Utrecht

Winkel Van Sinkel Café

Gak sah ke Oudegracht kalau gak nyobain salah satu café yang ada di sekitar Oudegracht. Sewaktu lagi jalan-jalan di tepi canal, ada sebuah bangunan yang bikin saya penasaran. Pilah-pilar yang berjajar di area terasnya berbentuk manusia tinggi menjulang bagai dewi yunani kuno. Ternyata ini adalah bar dan café Winkel Van Sinkel . Tanpa ragu, pakcik suami langsung setuju untuk brunch di Winkel Van Sinkel. Acted like local, kita dengan pedenya milih tempat di outdoor. Kalau orang sana milih di outdoor karena ingin berjemur matahari, kita pure dengan niat pengen foto bermacam gaya dengan latar belakang pilar-pilar yang instagramable.

Winkel van Sinkel cafe Utrecht – waktu belum buka..

Setelah melampiaskan kendesoan kita yang tiada akhir foto-foto, akhirnya kita makan juga tuna bread dan apple & green salad yang sebelumnya lelah dijadiin property foto :P. Both were delicious! Waktu makan lahap, baru sadar tetangga kiri-kanan gak ada yang mesen makanan, semua mesen minum doang kalo gak kopi ya beer #salahstrategi, abis itu pada bejemur deh sambil ketawa-ketiwi, kaya enak banget ya pada hidupnya. Makan di resto macam gini yah a bit pricey untuk menu makanannya. Saladnya €12.5 dan tuna bread €8. Kalau untuk minuman, hamdalah mirip-mirip sama di Jakarta contohnya Cappuccino €2.8 dan latte €3.2. Bedanya di sini sobad misqueenku, ga bisa cashback make ovo atau gopay yha.

Awalnya ngopi – Winkel van Sinkel Cafe Utrecht

Kemudian makan sambil nikmatin Vitamin D – Winkel van Sinkel Cafe Utrecht

Emang sih, awal-awal duduk di outdoor area enak banget, anget kena matahari, karena walau terik, suhu masih sekitar 10 derajat. Tapi dasar orang negara tropis, lama-lama kita kepanasan dan akhirnya gelisah, kemudian ama pakcik ganti-gantian neduh di pohon depan café dengan modus pura-pura saling motion :)))

Winkel van Sinkel Utrecht dari sebrang. Area bawah yang sejajar dengan canal itu dimanfaatkan juga buat hangout. Kalau malam seru!

Another best part dari café ini menurut saya ketika saya menemukan toiletnya. Jadi pas ke toilet, saya harus turun tangga dulu ke bawah dan ternyata toiletnya di bawah tanah. Seperti berada di dalam gua, tapi dengan design gothic vintage, agak serem sih tapi unik banget. Sayang waktu itu nggak bawa HP jadi gagal mengabadikan ruang bawah tanahnya. Di Utrecht memang banyak terdapat ruang bawah tanah yang digunakan untuk gudang, karena dulunya para pedagang memperjual-belikan dagangan mereka dengan datang ke Utrecht menggunakan perahu dan memuat barang-barangnya di dermaga yang terdapat di bawah permukaan jalan.

 

Kalau punya waktu lebih banyak di Utrecht?

Biasa deh, rencana segudang, realisasinya secuil. Banyak tempat yang tidak jadi saya datangi di Utrecht karena kelamaan leha-leha sambil menyusuri canal.Sampai waktu gak kerasa hari udah sore dan saya harus ke sebuah tempat untuk semedi yaitu Roermond Factory Outlet :)))). Sayang banget saya juga gak sempet nyobain hang out malam di pinggir canal, padahal udah masuk itinerary. Buat yang punya waktu banyak ketika mengunjungi Utrecht, bisa juga mengunjungi beberapa tempat wisata di Utrecht yang gak kesampean saya datangi seperti:

Castle de Haar. Ke Eropa, masa iya gak ke kastil? eh ada banget yang deket dari Amsterdam dan Utrecht, ya Castle de Haar ini. Hanya 40 menit jika menggunakan Bus dari Utrecht/Utrecht Centraal. Udah daydreaming bakalan masuk dan explore castilnya, apa daya belum berjodoh kesini

Semoga berjodoh ke Eropa lagii.. saya akan explore castle-castle di sana. *diikuti jamaah bilang aaaamiiiin… – pic from https://www.dutchnews.nl

Canal Cruise. Siang ataupun menjelang senja, jangan lupa menyusuri Oudegracht dengan ikutan Canal Cruise.

Aktifitas yang bisa dilakukan di Utrecht – Leha-leha di Canal Cruise Utrecht

Pandhof garden. Too bad saya melewatkannya. Bangunannya mengingatkan saya pada salah satu bangunan sekolah di Hogwarts. Padahal, Pandhof garden ini ada di wilayah Dom Tower juga lho ternyata.

Pandhof garden of the Dom Church Utrecht – Sebenarnya hanya taman biasa, tapi dipadu dengan bangunan yang gothic, taman ini malah tampak cantik.

Serasa di Hogwarts ya? – Pandhof Garden Interior. Pic from https://www.werkaandemuur.nl/nl/werk/Pandhof-van-de-Dom-in-Utrecht/184152#

Utrecht ini karena termasuk salah satu kota pelajar termasuk pelajar dari Indonesia, jadi gampang banget nemu masakan Indonesia. Jangan kaget kalau di Utrecht Centraal bakalan ketemu nasi goreng atau mie goreng dalam lemari pendingin.

Segini aja cerita dua malam di Utrecht, besoknya kami akan explore ke Amsterdam sebelum ke German. Sebenarnya dalam perjalanan Utrecht ini mau saya selipkan cerita tentang kehebohan kita yang kaya orang lagi pertunjukan debus waktu di Factory Outlet Roermond :)), tapi takut terbayang-bayang pengen balik haha. Mungkin kapan-kapan saya share ya tentang Factory Outlet Roermond dalam post terpisah.

Ini aseli, udah mau ganti taun tapi catatan perjalanan Eropa baru sampe Utrecht T_T. Semoga tulisan tentang Amsterdam segera rilis yhaa ghaes! *nenggak kopi

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *