My Travel Diary

Review Vendor Pernikahan : Review Alfabet Catering

Setelah sekian lama blog ini (berusaha) tetap fokheeuusss dengan isi seputar travel, maka ijinkanlah saya rehat sebentar dengan berbagi review Alfabet Catering sebagai salah satu vendor pernikahan atau sekedar membagi pengalaman sewaktu mengurus pernikahan maha rempeuss –yet fun, kemarin tahun 2018.

pic from here https://www.easyweddings.com.au

Sejujurnya dari lubuk hati yang paling dalam sedalam bekas jerawat yang susah ilang, tidak pernah terbesit sedikitpun dalam pikiran saya cita-cita punya pernikahan di gedung yang luaas macam pernikahan jaman sekarang ini, gaun yang Indah, make up yang perfect, dekor bunga-bunga yang wow dan segala-galanya yang biasanya diimpikan calon mempelai wanita. Sebagai orang yang dibesarkan di keluarga sederhana, bisa menikah sah dengan akad nikah di masjid lalu cukup bagi-bagi kotak makanan atau prasmanan ala kadarnya seng penteng halal dengan tamu orang-orang terdekat dan keluarga besar, adalah hal yang terpupuk nyata dalam sanubari beta :D. Tapiii, eeee… manusia bisa berencana, tapi Allah jugalah yang menentukan. Jalan hidup saya ternyata (mau gak mau) mengadakan pernikahan di gedung yang mantennya berdiri di depan, salaman dengan ratusan tamu selama dua jam. But in the end, saya hanya bisa mengucap syukur Alhamdulillah, semua sudah berjalan lancar.

2017 ketika kami memulai persiapan pernikahan. We didn’t have a clue for all the wed preparation. Saya dan suami benar-benar buta, gak tau darimana harus mulai. Sebagai orang yang gak punya ‘dream wedding’ tentunya saya bener-bener gak punya referensi catering apa, sewa baju adat dimana, vendor dekor apa, pakai eo atau engga, bikin undangan dimana, souvenir yang murce mursida apalagi dunia MUA yang lagi hits buat manten.. saya dan suami benar-benar puyeng wkwk dan yang tadinya saya pikir Bridezilla adalah hoax, ternyata…

BENAAAAAAAAAAR!!! *ga santhey 😀

Selama persiapan (waktu belum melibatkan keluarga), saya benar-benar terbantu banget sama blog-blog bridezilla atau calon manten lain yang ngasih rekomendasi vendor pernikahan dan referensi oke-oke. Terbesit niat, saya akan melakukan hal yang sama, siapa tau pengalaman saya bisa berguna buat calon pengguna vendor pernikahan yang akan dipakai. Namun apalah daya, boro-boro langsung nulis review, nulis pengalaman jalan-jalan aja bisa-bisa setaun kemudian baru ditulis haha.. atau malah lupa gak ketulis dan keburu males. Doh!

Setelah wedding reception, saya belum pernah sekalipun tag-tag vendor pernikahan di social media saya. Kan kalau pernikahan jaman now, suka tuh ya post foto di IG trus di tag dan mention semua vendor, tapi kenapa saya kok isin-isin cat 😀 alias malu-malu kucing. Kayanya, I’m too old untuk kaya gitu-gitu, heuheu. Tapiii.. saya tidak akan pernah melupakan jasa-jasa vendor yang telah membantu baik yang sempurna di mata saya ataupun yang yhaa.. ada salah-salah sikit sih hehe. Pada akhirnya, kita tidak bisa mengharapkan semua berjalan sesuai kemauan dengan sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT *mbakyu versi alim.

Okheee, banyak bachot ya mbaknya.. padahal tadinya cuma mo bilang “bhaaiiqq aku akan kasi review vendor pernikahan dimulai dari review Alfabet Catering tercintaaaaaaaaa!”.

web alfabet catering

Sebenernya, sejak tau akan menikah di gedung, saya niatkan dalam hati, oke gedung dan lain-lain sederhana aja, tapi yang penting CATERING NIKAHAN JANGAN SAMPAI KURANG *capslock jebol. Duh, udah pada apal kan kalau kita ke nikahan pasti yang diomongin itu makanannya? . Kalau saya sih lebih mikirin nasib tamu-tamu, kasian kan udah meluangkan waktu datang ke pernikahan kita, pakai effort, pakai biaya, tapi pas dateng keabisan makanan? horooooorrr… . Makanya, saya concern banget sama catering, dan rela press tamu undangan supaya budget tetep masuk tapi makanan cukup. Apalagi kalau acara siang, dimana tamu-tamu lebih ‘laperan’ dan gragas ngambil makanannya (termasuk saya sih inih haha)

Kira-kira gini kalau acaranya siang. wkwk. Pic from https://www.herecomestheguide.com

Alfabet itu langsung masuk my top list vendor catering pernikahan, karena udah beberapa kali dateng kondangan dan cocok banget sama makanannya. Setelah mampir di Wedding Fair JCC, sempet ketemu sama marketingnya dan diundang ke test food alfabet catering di sebelah kokas. Kayanya salah satu penyumbang alasan kenapa saya naik 3 kg pas mau nikah adalah KEBANYAKAN TEST FOOD barbar hahaha.. jadi suka lupa kalo lagi test food untuk nikahan, kadang lahap makannya kaya abis bangun candi, trus lupa dicatet tadi makan apa aja -_- (tidak untuk ditiru).

Ada beberapa kandidat lain seperti DTC dan Puspa Catering yang juga punya nama harum dan selalu masuk top 10 vendor catering pernikahan, tapi hati lebih condong ke Alfabet Catering. Marketing yang handle pernikahan saya waktu itu namanya Mba Lia. Mba Lia ini super sabaaaaar banget ngadepin saya dan calon suami yang maha perfectionist *allahuakbaaar… , bahkan H-3 aja saya masih ganti menu Es Teh Sereh ke Es Cendol dan masih bisa delete tempe mendoan di stall lalu diganti makanan lain, hahaha… tapi mba lia dengan tabah menerimanya. Selain itu, menurut saya marketing Alfabet ini fair dan baiqqqqhh bangettt.. terharu aku tuuu.

Contohnya gini, saya panik curhat ke mba lia karena list tamu yang diundang via wa terus membengkak sehingga kira-kira kelebihan 75 tamu dari yang seharusnya 1000 tamu. Saya inisiatif bilang mau nambah 40 pax, tapi mba lia dengan kalem menerangkan kalau saya tenang aja, karena insya allah makanan akan tetap cukup. Sekalipun saya maksa (karena parno makanan ga cukup), mba lia tetap tenang bilang menjelaskan kenapa makanan akan tetap cukup dan memberi pilihan untuk nambah on the spot saja jika benar-benar tidak cukup. Saya ingat benar wa mba lia ketika saya masih riweuh last minute “Mba Ayu, tenang aja serahkan konsumsi sama kami, mba ayu gak usah mikirin catering lagi, pikirin yang seneng-seneng aja, karena kalo mikirin catering itu ga ada habisnya, bikin stress dan degdegan” dan kalimat pamungkas itu memang berhasil buat saya tenang. Faktanya, makanan memang berlebih sampai acara selesai, malah bisa saya bungkus untuk keluarga besar. Supeer lafff banget ma mbaknya & team Alfabet!

Kejadian fair lainnya, ketika suami berniat memasukkan tempe mendoan ke salah satu menu gubukan. Smell somethin’ weird eh? wqwq. Emang kadang sifat perfectionist pak cik suami suka membuat saya terkedjoet-kedjoet, padahal maksudnya karena kita berdua ada darah Purwokerto, makanya dia pengen ada tempe mendoan sebagai makanan khas Puertorikohh. Tapi setelah dihitung, per porsi kalau tidak salah Rp27.000,- (isi berapa ya lupa). Dengan kondisi ini, mba lia menyarankan kenapa gak makanan gubukan yang bikin kenyang aja sekalian daripada tempe mendoan sayang gak sebanding sama harganya. Akhirnya kita menerima saran mba lia dan mengganti tempe mendoan dengan menu empal gentong yang harganya sama tapi tamu undangan dapat makanan yang lebih mengenyangkan.

Rasa makanan, gak usah ditanya.. kayanya hampir semua makanan enaaakk. Ini tadinya saya aja yang kepikiran gini, tapi setelah resepsi pernikahan saya berlalu setahun yang lalu masih ada teman yang bilang “gw kalo masak salmon, inget salmon butterice di nikahan lo yu, enak banget!” dan pujian-pujian lain terhadap lezatnya makanan Alfabet ini. Hamdalah, semoga surga ganjaran bagi chef alfabet yhaaaa :))))

Dekor Alfabet pun cantik.. tim dekor alfabet alhamdulillah juga sering kerjasama dengan vendor dekor yang saya pilih Ahmad Agung Dekor (review nyusul), jadi udah langsung klop dekor tema javanese garden yang saya pilih. Satu kritik dari kakak ipar saya yang kebetulan mengawasi saat acara berlangsung adalah bagian bawah taplak meja ada bagian yang agak kotor, tapi bagi saya (yang sangat tidak perfectionist ini) bukan suatu masalah besar. Mungkin bagi calon manten lain, perlu di note kembali hal ini beberapa hari sebelum acara. Gambar menyusul kali ya, ku tak sanggup mencarinya di folder foto wedding yang isinya bagai mencari jarum ditumpukan jerami.

Saya, ketika tiba datangnya untuk bayar catering :)))

Akhirnya ke bagian budget. Nih dia nih momok menakutkan bagi sobad pas-pasan kaya saya ketika masuk ke bagian pembayaran catering :D. Mungkin nih ya Alfabet ngerti banget kalau calon manten itu stress, jadi saya gak pernah diteror untuk pembayaran. Bayangin aja, H-7 saya belum pelunasan catering sekitar 35% dan alfabet sama sekali gak nyinggung-nyinggung pembayaran wkwk.. terharuuuu aku sampai berlinang air mata sejadebotabek, padahal tiap hari wa sama tim alfabet terkait menu dan dekornya *pose jempol love ala korea.

Oiya, alfabet juga ngasih bonus choco melt dan ice cream 300 porsi. Cobaaa… bahagyaaanya saya waktu itu *pose jempol love ala korea lagi.

my finger heart untuk tim alfabet catering hahaha

Anyway, berbagi sedikit pengalaman cara menghitung catering pernikahan kemarin, kalau perhitungan dari Alfabet seperti ini:

 

Cara menghitung catering pernikahan

Sedikit Tips mengatur catering pernikahan supaya aman dari kekurangan makanan yaitu:

  1. Memilih vendor dengan reputasi baik dan amanah. Sering kan kita denger vendor A atau vendor B yang baru berapa sejam pesta pernikahan berjalan, makanan buffet sudah habis?
  2. Dalam hal catering, kita juga harus tau kapasitas budget kita, jangan sampai memaksakan diri mengundang banyak orang tetapi pesanan pax buffet tidak sesuai dengan hitungan.
  3. Konsultasikan dengan jujur kondisi apapun dengan vendor catering, misal, bertambahnya jumlah undangan tanpa kartu undangan dll, karena bagaimanapun juga mereka lebih mengerti perhitungan makanan dari pada kita yang orang awam.
  4. Memilih menu gubukan yang tepat, bisa menjadi cadangan jika makanan buffet habis lebih cepat. Sebagai contoh, saya memilih salah satu gubukan yaitu Nasi Pandan Wangi sebanyak 200 porsi. Walaupun Menu Gubukan, isinya sudah mirip seperti menu buffet yaitu Nasi Gurih, Potongan Ayam Kemangi, Paru Asam Pedas, Lidah Sambel Ijo dan Daun Singkong. Penataan gubukan ini juga dibuat seperti Mini Buffet, sehingga suka dijadikan pilihan terakhir orang-orang karena bersifat cepat bikin kenyang. Lagipula, menu ini tentu paling tidak menarik jika dibandingkan menu gubukan lain seperti dimsum, aneka pasta, bakso malang. Karena suka dijadikan pilihan terakhir bagi tamu undangan, makananyang kurang favorit ini bisa jadi cadangan jika gubukan lain cepat habis, paling engga kita masih punya makanan untuk disuguhkan kepada tamu.
  5. Memilih beberapa makanan yang cepat mengeyangkan ini berlaku di buffet dan gubukan seperti poin sebelumnya. Ini saya akali dengan menu Sop Sengkel Daun Kedondong pada gubukan dan menu aneka Pasta (Macaroni Cheese dan Spaghetti Bolognese). Kalau ada menu cepet kenyang gini, berdoalah semoga tamu undangan malas ambil menu buffet banyak-banyak, jadi tamu yang datang di jam-jam terakhir insya allah masih kebagian hehe

 

Nah, hasil dari bantuan blog-blog yang saya baca sebelumnya dan saran dari Alfabet Catering, alhamdulillah dengan perhitungan yang saya jabarkan di atas makanan lebih cukup (keluarga masih bisa bungkus banyakk).

Waktu itu menu saya seperti ini:

Menu Buffet 600 Porsi:

Nasi Putih, Nasi Goreng Buntut, Sop Sengkel Daun Kedondong (dijadikan Gubug, dapat 50% dari Buffet atau 300 Porsi), Ayam Panggang Sereh, Sapi Lada Hitam, Marlin Dabu-Dabu, Brokoli Cah Jamur, Aneka Salad (dijadikan Salad Bar, dapat 50% dari Buffet atau 300 Porsi), Sambal kerupuk acar, Aneka Buah, Aneka Puding, Aneka Snack, Juice, Es Cendol, Air Putih,

Menu Gubukan 2100 Porsi (tidak termasuk Kambing Guling)

Kambing Guling 3 ekor, Empal Gentong 300 Porsi, Nasi Pandan Wangi 200 Porsi, Dimsum 500 Porsi, Aneka Pasta 400 Porsi, Bakso Malang 400 Porsi, Salmon Butterice 300 Porsi.

Buat calon penganten yang lagi merencanakan pernikahan, saya harap blog ini dapat membantu daan.. aku berdoa semoga semua calon penganten diberikan kelancaran dan sukses acara pernikahannya yaa.. ^,^

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *