Jimmers Mountain Resort Cisarua

Puncak Bogor memang sering menjadi pelarian dadakan orang kota jika liburan long weekend tiba. Saya juga aneh, kenapa juga sih orang Jakarta atau Jadebotabek atau sekitarnya tidak pernah bosan/tobat ke Puncak? Saya salah satunya nih haha. Padahal ya, udah pernah kena macet seharian di Puncak (Baca: dari Puncak Pass jam 12.30, sampe bawah deket pintu tol jam 20.00 :O ), tetapi tetep aja susah tobat. Abis ya, liburan deket yang sejuk tapi tanpa naik pesawat, murah, pilihannya ya sekitar Puncak, Bogor, Bandung, Sukabumi atau (agak jauhan) Garut. Ya gak sih?

Suatu saat di long weekend yang hampa tanpa rencana, saya dadakan pergi ke Puncak. Dadakan artinya tanpa tau mau kemana dan nginep di mana. Kalau dipikir-pikir, nekat ya, long weekend, ke Puncak, gak booking hotel pula! Bisa dapet di pilla-pilla-pilla nih!

Iseng cek Agoda, masih ada sebuah penginapan kosong di The Jimmers Mountain Resort. Sebenarnya, agak ragu juga. Long weekend gini, ada penginapan yang masih available, kecurigaan saya kalo ga tempatnya jelek atau horor berhantu. Tapi karena penasaran, teman-teman saya niat buat liat tempatnya, alias survey dulu.

Lokasi

Untuk lokasi, sebenarnya The Jimmers Mountain Resort ini masih ada di bawah. Pintu masuk ke jalanan menuju The Jimmers Mountain Resort ini gak jauh dari Taman Wisata Matahari. Dari jalan raya puncak, masuk ke dalam sekitar 2km dengan jalanan yang lumayan kecil namun sudah beraspal. Di beberapa area, belokan dan tanjakannya cukup tajam. Salah satu kelebihan tempat yang agak masuk ke dalam, mungkin bisa aja punya pemandangan yang bagus. Namun kekurangannya, agak jauh dari jalan raya. Kalau malam, penerangan di sepanjang jalan seadanya aja. Jadi ya bikin males keluar penginapan. Padahal, kalau ke Puncak kan, yang bikin ngiler, keluar malem-malem, nyari jagung bakar atau makan sop kambing PSK 😀

Lokasi The Jimmers Mountain Resort

 

Pemandangan di The Jimmers Mountain Resort

Waktu datang melihat lokasi, kira-kira sudah pukul 14.00. Sayang banget waktu itu cuaca di Puncak lagi suram, jadi pemandangan terhalang kabut sama awan. Tapi bener aja deh, pemandangan dari penginapan The Jimmers Mountain Resort ini lumayan juga!. Bersebrangan dengan lobby ada tanah yang ditanami rumput hijau dan disediakan meja-meja dan kursi kayu dengan pemandangan ke perbukitan hijau. Damai banget kayanya!. Tebakan saya sih, lokasi ini juga dipakai untuk lokasi sarapan pagi, karena tempatnya juga gak jauh dari restaurant hotel. Di saat yang sama, sedang ada rombongan yang lagi team building, jadi kurang puas ngambil foto-fotonya.

Pemandangan di The Jimmers Mountain Resort. Pengen langsung nyruput kopi hangat disini 😀

Tipe Kamar The Jimmers Mountain Resort

Waktu saya datang, karena hanya tersisa 2 kamar di tipe paling standar, jadi kami gak bisa melihat-lihat tipe kamar lainnya. Berdasarkan info Agoda sih, ada beberapa tipe kamar yaitu Superior, Deluxe, Executive dan Family. Untuk melihat ke dalam kamar juga belum bisa karena kamar belum ready. Salah satu teman menyarankan untuk menginap saja di sini, karena pemandangannya cukup oke dan pertimbangan lain, hari mulai sore. Kayanya, kalau masih cari-cari penginapan dengan kondisi lalu lintas yang buka tutup, rasanya bakalan buang-buang tenaga. Tipe kamar standar (superior) dengan balkon kami dapat dengan harga Rp650.000 tanpa AC (apakah semuanya tanpa AC ya?). Di Agoda, jelas saja lebih murah, namun saat itu sudah tidak available. Waktu menuju kamar, saya melewati tipe Family Room dengan view swimming pool yang luas. Nah, tipe kamar Family ini, ada dua tipe, yaitu di kamar atas dan kamar yang letaknya di bawah. Kamar yang letaknya di atas, mempunyai pemandangan yang lebih oke yaitu swimming pool dan perbukitan sekaligus.

Tipe kamar Deluxe dan Superior letaknya agak ke bawah tapi pemandangannya gak kalah cantik sama tipe kamar Family. Menurut saya, tipe kamar Superior lebih oke pemandangannya daripada tipe kamar deluxe. Karena tipe kamar deluxe yang letaknya di bawah, semuanya tanpa view, alias viewnya ke parkiran dan view ke kamar Superior. Sarannya sih, untuk kamar superior, minta kamar dengan balkon dan view langsung ke perbukitan. Untuk tipe kamar deluxe, minta yang di atas, supaya masih dapat pemandangan yang oke (tapi naik tangga yaa, entahlah ada lift atau engga :). Bagi orang yang tinggal di kota dan tinggal di perumahan yang dempet-dempet kaya saya, rasanya pas bangun pagi langsung liat kabut di perbukitan itu, menyenangkan sekali!

Tipe Kamar Superior – The Jimmers Mountain Resort

Pemandangan dari balkon tipe kamar Supior The Jimmers Mountain Resort

Pemandangan pagi dari kamar

Fasilitas

Penginapan ini juga cocok untuk keluarga, karena fasilitasnya lumayan lengkap. Ada beberapa permainan anak di dekat lobby, kolam renang yang luas, restaurant dan tempat parkir yang cukup. Setiap kamar juga dilengkapi dengan wifi #pentingbagiBlogger :D. Di dekat kolam renang ada poolside bar, cocok untuk acara santai atau bbq di malam hari. Struktur dan kondisi bangunan juga masih oke, karena hotel ini terbilang baru (baru dibangun sekitar 3 tahun yang lalu). Restaurant tempat untuk sarapan walaupun terbilang kecil namun dilengkapi jendela-jendela besar, jadi sembari sarapan, pengunjung juga bisa nikmatin view perbukitan.

Pemandangan dari restaurant di The Jimmers Mountain Resort

sarapan dengan view sejuk di the jimmers mountain resort

Service/Pelayanan

Sebenarnya ada beberapa insiden yang menyangkut pelayanan di hotel ini.

  • Kamar belum siap : Ketika datang jam 14.00, saya dilayani pegawai perempuan yang masih muda dan masih magang. Saat itu ada tamu lain yang sedang complain karena sudah menunggu dari jam 12 siang dan sampai jam 14.00 lewat belum juga bisa check in. Mungkin karena masih muda, si pegawai belum mempunyai problem solving yang baik, sehingga tamu tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Untungnya tertolong oleh pegawai lain (perempuan) yang lebih senior (entah manager atau apa). Sehingga akhirnya tamu itu bisa mengerti. Nah, untuk insiden kamar belum siap ini, saya pun kena getahnya. Jadi ketika kunci kamar sudah diberikan dan saya masuk ke kamar, namun apa yang saya temukan? Kamar masih berantakan. Ternyata, kamar saya pun belum ready, hahaha.. . Untung mood saya lagi bagus dan saya lagi laper, jadi emang lebih pengen makan daripada leha-leha di kamar. Dengan cepat para pegawai meminta maaf dan segera membereskan kamar. Permintaan maaf pun juga sudah disampaikan oleh manager dan saya dihadiahi compliment pisang goreng. Nah, kebetulan, saya lapaar 😀 .

 

  • Beberapa menu sarapan habis : Waktu sarapan sebenarnya seperti pada umumnya, yaitu hingga waktu 10.00. Walaupun saya datang jam 8 lewat, namun beberapa menu sudah habis. Waktu itu menu yang saya ingat adalah nasi putih, gorengan bakwan,mie goreng, ketupat sayur, sambal goreng kentang + ati, ayam goreng, roti. Untuk roti, mie goreng, dan bakwan habis. Ayam goreng sisa 3 potong. Memang tamu sedang penuh (ada rombongan keluarga dan perusahaan), namun saya sangat menyayangkan jika pihak hotel tidak bisa memperhitungkan persediaan makanan yang sebanding dengan tamu yang menginap. Waktu itu saya tanya, “rotinya nanti ada lagi tidak?”. Pegawai hotel menjawab “maaf, tidak datang lagi bu, persediaan kami habis.”. Lagi-lagi saya ditawarkan pisang goreng sebagai pengganti hehe. Untung enak. Disajikan hangat, ditaburi keju dan coklat. Semoga kedepannya sih, hotel ini punya menu cadangan kalau menu yang disajikan habis, jadi wadah makanan tetap terisi penuh hingga jam sarapan selesai.

 

Anyway, saya memaklumi sih, namanya juga hotel baru, mungkin masih dalam masa penataran SDM. Dari kedua insiden pun sebenarnya berhasil ditangani dengan baik oleh pegawai yang lebih senior. Saya cuma berharap semoga kedepannya lebih baik.

Favorit saya di The Jimmers Mountain Resort ini adalah NASI GORENGnya! Memang kalau masalah rasa, biasanya tergantung selera. Sebagai penggemar nasi goreng, saya cocok banget sama nasi goreng yang disajikan di restaurant The Jimmers Mountain Resort pada menu ala carte. Sayang aja waktu itu pas disanjikan sudah tidak panas .. (apa karena cuaca terlalu dingin?). Waktu sarapan, menu sambal goreng kentang + ati yang disajikan dengan ketupat juga sedap, jadi serasa menyantap menu lebaran deh.

Itu aja sih reviewnya pengalaman menginap di Jimmers Mountain Resort, tumben yah lagi semangat ngasih review hehe, biasanya sih super malaaas. Kebetulan karena hotel ini masih baru aja, semoga bisa membantu yang lain pas kebetulan lagi cari-cari info tentang The Jimmers Mountain Resort.

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *