Menyepi di Cikidang Plantation & Hunting Resorts

Untuk kesekian kalinya, Sukabumi menjadi tempat pelarian tanggal kejepit. Berbeda dengan beberapa pelarian ke Sukabumi beberapa tahun lalu yang memang sudah direncanakan dan tau mau kemana aja, kali ini H-1 aja bener-bener gak tau mau kemana. Akhirnya, lari ke Google, ketik “Sukabumi” lalu klik “Image”. Beberapa gambar tentu saja sangat familiar karena pernah saya sambangi, sebut saja Situgunung, Curug Cimanaracun, aktivitas tubing sampai Sawarna.

Beberapa gambar sempat menarik perhatian saya, seperti rumah-rumah kayu di alam pedesaan yang letaknya di Cikidang sampai pantai-pantai di Pelabuhan Ratu. Tapi tetap saja, sampai berangkat pun saya tidak tahu mau kemana, apalagi penginapan, belum ada satupun yang saya booking hehe.. ini bukan tipe saya banget sebenarnya, saya orangnya lebih ke tipe well-prepared, makanya seneng banget yang namanya buat rencana perjalanan atau itinerary.

Ingin mencoba hunting di Cikidang Resorts?

Di hari H, akhirnya memberanikan diri untuk mencoba ke arah Cikidang yang ternyata Cikidang ini merupakan jalan alternatif menuju Pelabuhan Ratu yang jaraknya sekitar 30 km jika dari arah pintu tol  Bogor dan letaknya di Desa Pangkalan, Kecamatan Cikidang. Sebenarnya, alasan pelarian ke Sukabumi adalah demi menghindari macet, apalagi kalau ke Puncak. Udah tobat dan males kesana pas tanggal kejepit, gara-gara pernah mengalami insiden : Dari hotel Novus jam 11 siang, sampai Gunung Mas jam 11 malem! Gilak kan?. Tapi, siapa bilang menuju Sukabumi gak macet? ternyata sama ajaa.. memang masih tidak terlalu parah macetnya, hanya dari setelah sampai Lido, tapi lumayan merayap dan menghabiskan 2 film sampai ke tempat tujuan. Tipsnya, berangkat subuh aja kali yah, supaya tidak terkena macet, apalagi kalau sial dan kena jam bubaran pabrik..

Setelah tanya sana-sini, baru tahu kalau Cikidang Plantation Resort & Estates mempunyai dua lokasi, yaitu lokasi untuk Hotel dan Resorts. Letak keduanya lumayan agak berjauhan satu sama lain. Jika dari arah pintu tol Bogor, pasti akan menemukan Cikidang Resort terlebih dahulu. Letaknya di sebelah kanan jalan, dan pengunjung akan menemukan pesawat besar (seperti pesawat terdampar) sebelum memasuki lobby penginapan. Saya sengaja mampir untuk melihat jenis penginapannya. Karena perginya santai dan tidak ada rencana, saya memasuki setiap tipe villa yang disediakan. Sebenarnya tipe-tipe villanya cukup unik, ada yang berupa rumah kayu maupun penginapan dari beton dan menghadap ke hamparan luas pepohonan dan perkebunan kelapa sawit. Namun sayang, saat saya kesana, banyak villa yang masih dalam tahap renovasi untuk menyambut liburan lebaran. Kabarnya, biasanya penuh banget, apalagi dilihat dari lokasinya yang merupakan jalan alternatif menuju kota Pelabuhan Ratu.

Fasilitasnya ada kolam renang, restaurant dan tentu saja hunting atau berburu. Hunting sebenarnya akan menjadi pengalaman yang seru dan baru buat saya, tapi cuaca kurang mendukung saat itu. Akhirnya saya batalkan deh dan rencananya mau leha-leha manja aja. Tapi kalau berminat, ada berbagai macam hewan yang ditawarkan untuk berburu seperti ayam, kalkun, rusa, kambing, kelinci dll, harganya pun bervariasi. Keseruan lainnya, pastinya mencoba naik mobil double cabin untuk berburu dan penumpang yang berburu ada tempat tersendiri di atas cabin. Ngebayangin saya duduk di atas, sambil megang senapan dan pakai topi kok kayanya keren banget ya :p , gak boleh apa nih numpang foto dan gaya aja?

Saat saya kesana, occupancy resorts lagi agak sepi.. jadi agak ragu mau reservasi dan saya memutuskan untuk menunda dulu reservasi-nya, karena penasaran ama penginapan tipe hotel, saya langsung menuju Cikidang Hotel untuk perbandingan.

Oh iya, ternyata pesawat yang (seperti) terdampar di depan lobby itu rencananya akan dibuat restaurant, saya baru tahu pas baca brosur. Tapi entahlah hanya angan-angan si empunya hotel atau bagaimana, karena saat itu belum jadi apa-apa, dan saya gak berani masuk juga sih ke dalamnya :p

Kalau mau lihat-lihat gambarnya, bisa disini Cikidang Country Club Hotel 

Letak hotelnya ternyata lumayan jauh dari lokasi resorts, tapi walau agak jauh,  saya menikmati pemandangan yang lumayan menyegarkan. Bagian favorit saya adalah barisan ratusan perpohonan karet yang bawahnya dipenuhi rumput dan tumbuhan hijau, diselingi bunga-bunga kecil berwarna kuning. Seperti di Alice and Wornderland! sayang banget gak bisa berhenti untuk foto-foto, karena track nya lumayan curam, naik-turun dan berkelok-kelok , sehingga susah sekali cari tempat yang aman untuk berhenti. Jalan menuju Cikidang Hotel juga diwarnai perkebunan kelapa sawit yang luaas.. jalannya lumayan sepi, kayanya kalau malam penerangan kurang baik , jadi disarankan sebelum gelap sudah sampai ke Cikidang Hotel.

Jalan menuju Cikidang Hotel ini bagaikan penantian menuju KUA *curcol ke 2078 , alias “Kok gak sampe-sampe?” jadi penasaran, apakah tempat ini benar-benar ada? Memasuki area Cikidang Hotel ternyata bikin kaget, karena luaaaaas banget.. kebanyakan masih tanah merah, beberapa kali diselingi oleh rumah-rumah kayu yang lucu dengan pemandangan barisan perbukitan yang menyembul samar-samar dari kejauhan. Ah, ternyata ini toh gambar rumah-rumah yang saya lihat di google..

Penantian selesai sudah, ketika saya melihat bangunan bertingkat dengan balkon-balkon. Bangunanya lumayan ok dan kelihatannya Cikidang resort ini lagi mencari investor karena dari brosur yang saya lihat, Cikidang Plantation & Hunting Resorts mempunyai banyak rencana yang akan direalisasikan, salah satunya pembangunan Cave Suites, alias penginapan berbentuk Gua. Wah, sayang sekali pas saya kesana belum jadi, padahal konsepnya lucu..  Contekan bisa lihat disini cikidang resort

Rumah-rumah kayu yang saya lihat itu ternyata rumah yang dimiliki oleh investor yang membeli tanah di area ini, jadi tidak disewakan kecuali kita kenal dan sewa sama yang punya. Tanah di area ini dijual dan informasinya lengkap ada di brosur, jadi yang berniat berinvestasi disini, bisa beli tanah atau rumah kayu disini dan bisa disewakan untuk kedepannya.

Setelah melihat-lihat tipe kamar, saya akhirnya reservasi di sini dan pilih kamar dengan pemandangan perbukitan. Suasanya di hotel ini lebih ramai daripada penginapan tipe resorts yang pertama saya lihat. Waktu itu, kolam renangnya belum jadi, tetapi kondisi kamar dan bangunan sangat baik. Saat saya kesana, banyak rombongan<em> rally off road</em> yang menginap disini dan habis melakukan aktivitas <em>rally.</em> Mau ah kapan-kapan nyoba, pasti bakalan seru! Seandainya tidak bisa mengendarai, duduk di samping pak supir pun tak apa, yang penting bisa nyobain hehe.

Selain aktivitas hunting atau berburu, penghuni hotel juga bisa bermain ATV atau berkuda. Karena belum pernah mencoba naik ATV, jadi saya mencoba sewa ATV. Harga sewa perjam 200.000 dan ternyata seru bangeet.. apalagi di beberapa jalan ada yang masih tanah dan habis hujan, jadi medannya cukup menantang. Walaupun yah, agak shy-shy cat karena waktu itu ada rombongan off road yang lagi pada duduk-duduk, sementara saya naik ATV, jadi bagaikan anak TK lagi atraksi naik sepeda roda tiga dan ditonton anak SMA habis balapan mobil -__-

Pengalaman pertama naik ATV, ngebut! dan Nyungsep ke tanah 😀

Waktu naik ATV, sempet kehabisan bensin di jalan hahaha.. haduh, bagi calon pengunjung, harap di cek ya sebelum sewa ATV, bensinnya masih ada apa enggak.. beruntung saat mogok ada satpam hotel yang lagi lewat naik motor, dan pak satpam balik lagi untuk bawain bensin pake kantong plastik :D.  Beruntung juga lokasi mogoknya tidak jauh dari penginapan, kalau lagi jauh? ya masa geret-geret ATV sampe parises.

Pemandangan disini juga bagus, kalau pagi bisa menikmati pemandangan perbukitan meski kadang tersamarkan oleh kabut pagi atau sore. Walaupun di daerah ini tidak begitu dingin (mungkin karena sudah dekat dengan Pelabuhan Ratu) tetapi sangat berangin, jadi lumayan menghirup udara segar bebas polusi.

View cantik di area Cikidang Resort Sukabumi, sayang fotonya pake HP aja jadi begini deh.

Menjelang malam, di hotel ini sangat sepi karena jauh dari mana-mana. Mau keluar hotel kok kayanya mikir berkali-kali. Jadi, tips berikutnya adalah persiapan cemilan dan teman-temannya harus sudah ada sebelum sampai ke hotel. Satu-satunya keramaian adalah restauran hotel yang kalau malem suka ada live music atau beberapa kelompok pengunjung yang sedang makan malam sambil menikmati live music.

‘Ketemu’ Pak Budi, Dimana-mana
Adalah Budi Handoko, seorang pengusaha pemilik Cikidang Plantation & Hunting Resorts ini. Wah, gak kebayang banyaknya duit Pak Budi sampai punya lahan seluas ini beserta penginapan dan fasilitas lainnya. Bisa dibilang, Cikidang Plantation &amp; Hunting Resorts termasuk sangat lengkap jika sudah jadi semua. Dari Hotel, Resorts, Hunting, Plantation, Golf, Safari & Aquamarine Parks sampai sekolah Shaolin pun ada disini. Selain itu, lokasinya juga dekat dengan beberapa wahana rafting milik provider lain.

Tadinya, saya bingung, karena beberapa kali tidak sengaja memperhatikan, ada satu wajah yang sangat familiar karena wajahnya ada dimana-mana. Misalnya, memasuki hotel ada jejeran mobil 4×4 double cab, di salah satu mobil itu, ada lukisan seorang pria memegang senapan yang besar lukisannya satu pintu mobil. Atau ketika ingin menyeduh bandrek sachet di kamar hotel, bungkusnya pun wajah pria itu. Begitupun hal nya di beberapa kalender meja dan bagian lain hotel. Ternyata wajah itu adalah wajah Pak Budi sang pemilik resort hahaha.. pantas saja. Mungkin kalau uang saya sebanyak Pak Budi, saya juga akan buat sabun mandi yang bungkusnya foto saya 😀

Salam kenal Pak Budi, semoga kedepannya Cikidang Plantation &amp; Hunting Resorts ini lebih banyak pengunjungnya, dan tentunya lebih baik terutama penerangan pada akses jalan sebelum masuk area hotel *sksd

Lain kali, kalo udah bener nyetir, mau kali ah ke Sukabumi lagi tapi yang jauh-jauh kaya Ujung Genteng dan sekitarnya. Eh tapi, kalo bisa sih tetep disetirin aja! 😀

Pelabuhan Ratu Dalam Sekejap
Setelah semedi di Cikidang, duh.. kayanya saya nih emang gak cocok ke tempat wisata yang terlalu sepi.. ujung-ujungnya mati gaya, sehari cukup lah liburan gaya semedi. Karena itu saya memutuskan untuk berpisah sama Cikidang dan melanjutkan ke Pelabuhan Ratu. Sebenarnya karena memuaskan rasa penasaran juga sih, katanya kan udah deket dari Cikidang ini..

Terakhir ke Pelabuhan Ratu itu mungkin waktu saya SMA pas liburan keluarga, inget banget si papah milih nginep di hotel yang punya kamar Ratu Pantai Selatan di Samudra Beach Hotel, lalu saya dan adik masuk ke kamarnya. Yasalam itu jaman baheula ya, sekitar 44kg ago *tertawa miris mengingat timbangan sekarang 😀 . Sebenarnya, agak nekat juga sih, <em>long weekend, ke Pelabuhan Ratu, belum booking hotel dan gak tau mau kemana.

Perjalanan dari jalur alternatif Cikidang ke Pelabuhan Ratu itu…. MELELAHKAN. Terutama bagi yang gampang mabok darat ya. Kalo buaya darat sih gapapa lewat situ, siapa tau modar beneran. Soalnyaa.. ternyata, mulai dari Cikidang Resort sampe Kota Pelabuhan Ratu itu jalannya belok-belok tiada henti bagaikan edisi sinetron Tersanjung yang gak habis-habis. Padahal sih, saya gak nyetir, tapi ikutan eneg. Udah belok-belok (sering juga belokan tajam) ditambah naik dan turun, kadang habis belokan tajam, langsung tanjakan, banyak belokan ‘cilukba’.. ngeri-ngeri eneg-eneg sedap.. jadi HATI-HATI ya kalau lewat sana. Orang yang baru bisa nyetir kaya saya mah mendingan kibarkan bendera putih aja, dijamin pingsan di beberapa belokan pertama. Tentunya juga tidak disarankan ketika hari sudah gelap. Lha wong siang aja bikin jantungan.

Tidak sampai satu jam saya sudah sampai di Pelabuhan Ratu. Bener aja. Semua hotel yang bagus dan pas di kantong, sudah fuulll sodara-sodara. Sekalinya ada, tipenya cottage untuk 15 orang. Akhirnya melipir makan seafood di pinggir pantai. Sampai tempat makan pun penuh, akhirnya gak dapet view pantai karena meja yang bagus sudah keduluan orang. Percaya atau engga, dari jam 2 siang sampai menjelang maghrib, tak kunjung juga dapat hotel. Sempet desperado apa tidur di masjid aja hahaha..

Sampai akhirnya saya iseng berhenti di sebuah hotel dengan nama 77 Sunset Plaza di daerah Cisolok. Hotel ini juga punya kamar dengan <em>view</em> pantai. Tapiii.. kamar yang Ok dan manusiawi tentu aja sudah full booked dong, kan long wikeeeeen.T_T.

“Mbak, masih ada sisa satu kamar, tetapi tidak ada AC-nya dan ukurannya kecil, kalau mau, mangga atuh, mbak bisa lihat nanti kami antar. Kalau Mbak tidak sreg tidak papa, mungkin besok kamar yang bagus sudah available” kata si petugas hotel yang ramah dan selalu senyum. Kemudian petugas hotel mengantar saya ke kamar yang di maksud. Kamarnya memang punya view pantai, tapi.. jeng jeng!! Kamarnya kecil, pengap (tidak ada AC), jendelanya besar tapi tidak bisa dibuka, kamar mandi di luar. Duh Gusti, apa daya, neneng tidak punya pilihan lain.. Selama saya traveling, inilah pengalaman saya menginap di hotel yang kamar mandinya di luar. Hahaha sukurin deh neng! Ribet kan ya..

View pantai dari Kamar 77 Sunset Plaza Sukabumi

Kesel? enggak dong. Malah kalau diingat-ingat jadi lucu. Kamar hotel ini sukses menempati peringkat ketiga kamar-aneh-yang-pernah-dicobain selama traveling. Posisi pertama di tempati oleh salah satu hotel di Hotel di Cimandiri, Hiii..,posisi kedua salah satu hotel di Jogja yang saya lupa namanya.

Langit biru – Sunset Plaza Sukabumi

 

Walaupun demikian, bagian yang saya suka adalah, karena posisi kamar di pinggir pantai, suara ombak terdengar banget sampai kamar. Ah, suka sekali! Di depan kamar ada bale-bale untuk santai, bisa ngopi-ngopi sambil dengerin suara ombak. Jadi pengen balik lagi kapan-kapan, dengan reservasi kamar yang layak tentunya. Soalnya kalau tipe kamar lain di 77 Sunset Plaza ini banyak yang bagus kok.

Malamnya, (karena kamar sumpek) saya habiskan dengan bersantai di restaurant milik hotel, letaknya di atas dengan bentuk pendopo kayu. Terlihat beberapa bule asyik bercanda sambil meniupkan asap rokok ke udara, membuat suasana Pelabuhan Ratu mirip Bali 🙂 . Pagi harinya juga saya suka sekali sama pemandangan dari restaurant saat sarapan. Pemandangan pantai yang menyatu dengan perbukitan yang samar jadi membuat lupa kalau semalam habis tidur di kamar yang aneh :D.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *