Yang Berkesan Selama Liburan di Jepang

Jepang tentunya bukan Negara yang asing di telinga saya. Saya pernah kerja dengan orang Jepang selama 2 tahun dan dengan orang Korea 4+3 tahun. Di mata saya, orang Jepang itu lebih santai, tidak jaim, suka bercanda jorok hehe. Alhamdulillah waktu kerja dengan orang Jepang, dapet bos yang baik banget. Gak rewel, gak tempramen dan gak rese, atau mungkin, saya hanya beruntung saja waktu itu. Dulu, bos-bos saya terkenal suka bekerja hingga larut malam. Itulah kesan-kesan yang saya dapat selama bekerja dengan orang Jepang.

Kyoto

waiting for the train – Kyoto

Saya bukan orang yang menggilai anime-manga, adorama, komik japan, atau segala hal yang berbau japan sih (paling yang saya tau cuma sebatas Doraemon, Candy-Candy #angkatantuabanget, Sailormoon, Detektif Conan, Dragon Ball, pokoknya mainstream pisan lah), sampai akhirnya saya mendapatkan kesan yang sungguh berbekas di hati. *ecieeee -_-

Waktu itu sampai Osaka (tepatnya di Namba area) sudah larut malam, sekitar jam 22.00. Saya dan teman-teman semua harap-harap cemas, karena setelah sampai di area Namba, bener-bener bingung menuju hotel (karena exit gate yang terdekat dari hotel tidak sesuai dengan informasi hasil googling). Pukul 00.30 dengan keadaan 3 derajat celcius, akhirnya bertanya pada penduduk setempat yang sedang berjalan kaki. Untungnya (dan anehnya), di Japan ini meski sudah tengah malam, masih banyak orang yang berlalu lalang pulang kantor. Setelah memberikan alamat ke Bapak tersebut, Bapak itu mengernyitkan dahi. Dengan tidak yakin, dia menunjukkan arah kepada saya dan teman-teman. Lalu menawarkan mengantar, saya mengikutinya. Ternyata jalannya cukup jauh. Setelah berjalan jauh, rupanya si Bapak juga kesulitan menemukan alamat hotel. Tapi ajaibnya, dia tidak serta merta meninggalkan, tapi tetap berusaha menemukan jalan dan berusaha menjelaskan dengan bahasa inggris yang terbata-bata dan campur bahasa Japan (meskipun dia pasti tahu, saya dan teman-teman tidak mengerti). Setelah menunjukkan jalan, dia sempat pamit dan jalan berlawanan arah, tapi lantas balik lagi ke arah kami, just to make sure that we didn’t get lost. Huhuhu.. Bapak baik sekali.

DSC_1356

Salah satu ilumination di Osaka.

Kejadian seperti ini berulang kali terjadi selama saya di Jepang. Mereka tulus memberitahukan jalan dan tidak tanggung-tanggung menolong turis yang tersesat dan kelimpungan dengan peta subway. Pernah juga suatu ketika, kami sudah di dalam kereta,  sambil menunggu kereta berangkat, teman saya bertanya ke mbak-mbak yang sedang duduk, apakah benar kereta ini ke arah Shinimamiya. Karena si mbak gak yakin, dia tidak serta merta bilang “I don’t know”, tapi keluar kereta aja dong, buat ngeliatin petanya, dan setelah si mbak itu mendapatkan info, si mbak memberi tahu lagi ke teman saya dengan ramahnya. Sampai gak enak T_T . Padahal kalau saya di posisinya, bisa saja saya malas keluar kereta dan cukup bilang “i don’t know” ketimbang harus ketinggalan kereta.

piknik

Piknik yuk!

Pun juga terjadi di saat saya dan teman-teman menjadi turis-turis gila (sebutan saya kepada rombongan saya :D) yang masih mau mengunjungi Fushimi Inari di Kyoto padahal saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 21.00. Selesai selesai foto-foto dalam kegelapan, kami menuju stasiun terdekat kira-kira pukul 21.45. Lagi-lagi kami bertanya kepada Bapak-Bapak yang ada di stasiun, untuk meyakinkan apakah benar kereta yang kita tunggu adalah kereta yang menuju Kyoto dan (lanjut ke) Osaka. Seperti yang sudah-sudah, Bapak tersebut menjelaskan panjang lebar perihal rute yang harus kami tempuh. Kebetulan, Bapak itu juga mau menuju Osaka, Bapak baik itu tersenyum seraya berkata “you all go with me, I’m going to Osaka too” . Huaaaa! Belum lagi di kereta, Bapak itu dengan sabar menjawab pertanyaan teman saya tentang tempat-tempat belanja dan bagaimana cara mencapai tempat Ski keesokan hari. Sebelum turun dari kereta pun, Bapak sempat pamit dan mengulang lagi informasi nama stasiun tempat saya harus berheti yang sebenarnya sudah dia berikan berulang-ulang sebelumnya. Seperti takut kalau turis-turis Indonesia ini nyasar. Semoga lain waktu, kebaikan Bapak ini dibalas kebaikan juga ya..

Shinsaibashi!

Cerita lain yaitu ketika saya nyasar untuk menuju hotel. Cerita nyasar ini selalu saya alami ketika SETIAP KALI saya menuju hotel. Maka, setiap harinya setelah saya selesai menuntaskan jalan-jalan, setiap balik ke hotel itulah pasti selalu nanya pada penduduk setempat. Kedodolan ini mungkin dipersembahkan oleh banyaknya exit gate di setiap subway! Jadi pada satu hari mungkin aja saya beruntung ketemu exit gate terdekat dengan hotel, tapi di hari lainnya entah exit gate mana lagi kok tiba-tiba jaraknya kaya dari tambun ke sudirman -_-“

Waktu itu pukul 11 malam waktu Osaka, sudah linglung harus kemana menuju hotel. Salah satu teman saya pun memberanikan diri kembali bertanya kepada salah satu penduduk setempat yang saat itu sedang berjalan santai. Penduduk yang ketiban sial itu adalah seorang pemuda bertampang imut-imut, memakai sweater dan sepatu kantor. Setelah menanyakan jalan ke hotel, dengan bahasa inggris patah-patah dia menjelaskan sambil jalan mengiringi saya dan teman-teman. Sambil menjelaskan, sesekali dia bertanya, sudah kemana saja dan sesekali bercerita. Saya pikir kok.. lama banget ya ngejelasinnya, masa dia mau ngikutin kita sampai hotel?

DSC_0194

Kakek tua ini excited banget ketemu turis. Minta foto bareng sama saya pula 😀 berasa artis kw deh..

Setelah jalan cukup lama dan cukup jauh masuk-masuk gang ditemani oleh pemuda itu, dia bilang “oh there! The hotel!”

Saya dan teman-teman pun bingung. Lah? Jadi ni orang nganterin kitaaa?? Trus teman saya nanya, apakah dia memang mau ke arah yang sama, karena kok mau-mauan aja nganterin turis gila malem-malem. Si pemuda bilang “engga, saya cuma mengantarkan sekalian jalan saja, saya akan ke arah sana” sambil menunjukkan arah berlawanan.

Kyaaa.. baik amat sih! *lap aer mata . Kamu ga mau jadi jodoh saya aja mas? Siapa tau bisa nunjukin jalan ke KUA juga? hahaha #ditabokpacar

DSC_0649

Saya masih bisa merasakan kehangatan restaurant ini hanya dengan membayangkannya saja 🙂

Jadi begitulah, diantara sekian banyak kesan, kesan helpful ini yang paling berbekas 😀 . Makanya pengen balik lagiii.. doakan tahun depan terealisasi ^ ^

 

Facebook Comments

0 thoughts on “Yang Berkesan Selama Liburan di Jepang